Tips Agar Aman dan Nyaman Berkendara Dengan Anak

Berkendara dengan anak, apalagi jarak jauh, memang sering membuat orang tua was-was. Padahal, ada beberapa hal yang Anda bisa lakukan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan anak selama berkendara.

1. Siapkan aktivitas untuk anak
Kalau bosan, anak biasanya rewel dan gelisah. Hal ini bisa merusak konsentrasi Anda ketika sedang menyetir. Untuk mengatasi kebosanan anak, siapkan aktivitas untuknya. Sebisa mungkin, hindari penggunaan gadget pintar karena para ahli berpendapat gelombang yang dikeluarkan gadget bisa menstimulasi otak anak secara berlebihan, yang pada akhirnya membuatnya menjadi lebih gelisah.
Ide aktivitas untuk anak di mobil:
· Menggambar dengan whiteboard dan spidol. Solusi ini memang bikin deg-degan karena Anda memikirkan coretan-coretan yang bisa terjadi. Tapi tak perlu panik. Cara menghilangkan noda tinta yang sudah kering di baju tidak sulit, kok.
· Permainan yang bisa dimainkannya sendiri seperti Kubus Rubik atau puzzle.
· Permainan yang bisa dimainkannya dengan kakak atau adiknya seperti ular tangga dan halma magnetik.

2. Pastikan anak duduk di kursi khusus anak seusianya
Di Indonesia, penggunaan dudukan khusus anak memang tidak diwajibkan. Padahal, sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa dudukan khusus anak bisa mengurangi resiko luka berat atau fatal pada anak ketika terjadi kecelakaan. Pilih dudukan khusus anak yang sesuai dengan usia si kecil, dan biasakan anak duduk di kursinya setiap naik mobil sejak dini.
Tidak perlu takut anak menolak duduk di kursi khusus atau minta dipangku. Jika sudah terbiasa, dan jika Anda menerapkan peraturan tanpa tawar-menawar, anak akan menerima duduk di kursinya tanpa merengek. Ingatlah, keamanan di atas segalanya.

3. Pasang sabuk pengaman
Memasang sabuk pengaman merupakan peraturan lain yang tidak wajib di Indonesia, tetapi sebagai orang tua, Anda tentu ingin keamanan maksimal untuk si kecil. Tunjukkan padanya bahwa Anda pun mengenakan sabuk pengaman setiap saat ketika berkendara. Ingatlah anak belajar dengan cara meniru orang tuanya. Ketika umurnya sudah mencapai 5 atau 6 tahun, ajari dia cara memasang sabuk pengaman sendiri.

4. Beristirahat setiap dua jam sekali
Berhenti setiap dua jam sekali tidak hanya baik untuk Anda yang menyetir, tetapi juga untuk si kecil. Duduk terlalu lama membuatnya gelisah karena energi anak-anak banyak sekali. Bawa dia berjalan-jalan sejenak ketika Anda melakukan perhentian untuk melemaskan otot-otot kakinya.  Menghirup udara segar dan melihat pemandangan juga baik untuknya agar dia bisa kembali sabar melanjutkan perjalanan. Selain itu, gunakan kesempatan ini untuk membawanya ke toilet.

5. Bawa semua perlengkapannya
Setiap anak memiliki kebutuhan berbeda. Beberapa anak mengalami mabuk kendaraan di mobil, atau sebaliknya, cenderung tertidur. Bawa semua perlengkapannya di mobil, baik itu bantal leher agar dia tidak sakit leher ketika tidur, plastik untuk muntah, atau selimut dan boneka kesayangannya yang bisa memberikannya rasa aman.
Letakkan semua peralatannya dalam jarak yang bisa dijangkau anak. Siapkan pula snacks dan minuman.
Berkendara dengan anak, terutama jarak jauh, membutuhkan beberapa persiapan sebelum berangkat dan kesabaran Anda dalam semua skenario yang bisa terjadi. Anak yang gelisah bisa membuat perjalanan tidak menyenangkan dan merusak konsentrasi orang tua yang menyetir, jadi usahakan agar anak tidak bosan.

Yang terpenting, siapkan mental Anda. Jika Anda stres, si kecil pun pasti akan ikut stres. Siapkan pula mental untuk membersihkan mobil dan baju si kecil setelah perjalanan jauh. Tidak perlu panik mengingat mencuci bajunya dari segala noda makanan, muntah, spidol, atau tinta yang dipakainya sepanjang perjalanan. Cara menghilangkan noda tinta yang sudah kering di baju mudah dicari, tapi yang terutama adalah Anda selamat tiba di tujuan.