Tolak Panas, Kaca Film Berlapis Metal Lebih Baik dari Keramik

Secara umum ada dua material yang digunakan pada pembuatan kaca film yaitu metal dan non-metal (kaca film non-metal termasuk keramik, organik, IR-dye dan teknologi rendah lainnya). 

Bahan metal memiliki kemampuan tinggi menolak panas, membantu kaca film menjaga suhu di kabin mobil tetap rendah. Namun bahan metal dengan teknologi rendah membuat penampilan kaca film menjadi reflektif, yang bisa mengganggu pandangan pengendara. Namun, perkembangan teknologi kaca film multi-layer sputtering metal telah merevolusi dunia kaca film yang bisa membuat kaca film bening, non-reflektif yang menolak panas secara maksimal. 

V-KOOL menggunakan proses dielectric sputtering yang telah dipatenkan dengan menambahkan bahan tembus pandang super hingga 10 lapisan atom Indium Oxide and Silver yang selanjutnya diperkaya dengan Emas. Proses kompleks ini memberi V-KOOL performa penolakan panas yang menakjubkan tanpa terlihat reflektif atau gelap. Teknologi spectrally selective V-KOOL didasarkan pada teknik penolakan panas.

KACA FILM LAINNYA DI PASARAN

METAL BIASA
Kaca film lainnya sebagian besar terbuat dari logam biasa seperti aluminium, nikel dan perunggu. Logam-logam ini memiliki beberapa fungsi penolak panas namun datang dengan tampilan reflektif yang mengganggu dan tidak banyak meneruskan cahaya, membuat mengemudi malam hari menjadi lebih sulit dan berbahaya. Metal biasa juga memiliki kelemahan mudah mengalami demetalisasi dan logam yang ditambahkan pada film lebih tidak merata. Logam biasa dan teknologi manufakturnya juga berpengaruh pada harga film. Seorang konsumen yang cerdas akan mewaspadai toko yang tidak etis yang menjajakan film ini lebih dari nilai mereka.

NON-METAL
Film bisa dibuat dari non logam seperti oksida dan nitrat. Manfaat dari film-film ini adalah bahwa mereka tidak memiliki permukaan seperti cermin. Tapi performa mereka dalam penolakan panas umumnya rendah. Mereka bekerja seperti "spons", menyerap panas dan bukannya memantulkan panas, jadi secara alami; mereka diklasifikasikan sebagai penyerap panas. Film non-metal yang sangat murah seperti film yang dicelup bahkan bisa pudar warnanya di bawah paparan sinar matahari. Film non metal seperti nitrat lebih baik karena memiliki beberapa sifat penolakan panas tetapi biasanya lebih gelap, lebih mudah menyerap panas dan permukaan film rentan retak. Karena biaya material rendah, Anda mungkin sebaiknya mempertimbangkan performa film dan biaya secara keseluruhan.

Secara umum kemampuan metal menolak panas kaca film metal masih lebih baik ketimbang nano keramik, karena mereka bekerja seperti "spons", menyerap panas dan bukannya memantulkan panas, jadi secara alami; mereka diklasifikasikan sebagai penyerap panas.