TIPS MUDIK: BAHAYA MICROSLEEP


Meski sepele, namun microsleep yang dialami oleh seseorang yang sedang mengemudi bisa berakhir fatal.

Microsleep adalah kondisi di mana tubuh tidur sangat singkat.

Menjelang momen mudik Lebaran, microsleep bisa terjadi kepada siapa saja. 
Pengemudi harus tahu bagaimana menangani kondisi ini.

Microsleep terjadi karena kondisi stagnan. Bisa karena lintasan jalan lurus seperti Tol Cipali atau bahkan bisa juga momen kemacetan di mana kendaraan stop and go. Semua bisa terjadi. Solusinya adalah membuat otak untuk terus bekerja.

Saat kondisi stagnan, pengemudi cenderung bosan sehingga pegemudi hanya sekedar melihat jalan tanpa melakukan antisipasi. Ini yang membuat otak tidak aktif bekerja.

Bila otak terstimulus bekerja, pengemudi tidak hanya melihat jalan, tetapi juga melakukan langkah antisipasi terhadap situasi. Cara lain pencegahan microsleep adalah dengan membuat pola melihat kaca spion kendaraan. Pola ini dapat dilakukan dengan siklus lima sampai delapan detik. Tujuannya untuk mengetahui kondisi di sekitar kendaraannya.

Terutama bila kendaraan tiba-tiba berhenti, pengemudi harus tahu selain kondisi di depan kendaraan, bahaya juga dapat datang dari sisi belakang kendaraan.

Langkah berikutnya, untuk pencegahan dan menghindari kondisi stagnan, selalu lewati rute yang berbeda. Jangan yang itu-itu saja, sehingga menstimulasi otak untuk bekerja dan terhindar dari kondisi microsleep. (***)